Showing posts with label Keterampilan. Show all posts
Showing posts with label Keterampilan. Show all posts

04/06/2013

KETERAMPILAN GURU

Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu;
1)      Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach)
2)      Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya( how to teach)
Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek no 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai.
Keterampilan dasar mengajar yang harus ada pada seorang tenaga pengajar atau pendidik dapat dibedakan menjadi 8 jenis keterampilan. Keterampilan dasar mengajar tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pengertian keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelaskan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik.
Prinsip-prinsip menjelaskan
v  Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik
v  Penjelasan harus diselingi tanya jawab
v  Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru
v  Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran
v  Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik
v  Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan dihubungkan dengan kehidupan
c.    Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan
v  Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas
v  Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu
v  Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan
v  Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi
v  Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan.

2.   Keterampilan Bertanya
a.       Pengertian keterampilan bertanya
Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban(respon) dari peserta didik.
b.      Tujuan keterampilan bertanya :
v  Memotivasi peserta didik agar terlibat dalam interaksi belajar
v  Melatih kemampuan mengutarakan pendapat
v  Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik
v  Melatih peserta didik berfikir divergen
v  Mencapai tujuan belajar
c.       Jenis-jenis pertanyaan
v  Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salah satu peserta didik
v  Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh kelas
v  Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban
v   Pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta dan informasi
v  Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta didik atas pertanyaan peserta didik lain
v  Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul dalam pertanyaan itu sendiri
d.      Prinsip-prinsip bertanya
v  Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktu berfikir kepada peserta didik
v  Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan disusun dengan kata-kata yang sederhana
v  Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik
v  Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random
v  Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan peserta didik
v  Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading question.
e.       Teknik-teknik dalam bertanya
v  Tekhnik menunggu
v  Tekhnik menguatkan kembali
v  Tekhnik menuntun dan menggali
v  Tekhnik mekacak

3.   Keterampilan Menggunakan Variasi Stimulus
a.       Pengertian keterampilan menggunakan variasi
Keterampilan menggunakan variasi stimulus merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemampuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan kepada siswa agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga siswa bergairah dan antusias dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar dapat  berlangsung secara efektif.
b.      Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar :
v  menghilangkan kejemuan dalam mengikuti proses belajar
v  mempertahankan kondisi optimal belajar
v   meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik
v   memudahkan pencapaian tujuan pengajaran
c.       Jenis-jenis variasi dalam mengajar
v  variasi dalam penggunaan media
v  variasi dalam gaya mengajar
v  variasi dalam penggunaan metode
v  variasi dalam pola interaksi yaitu gunakan pola interaksi multi arah
d.      Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran
v  gunakan variasi dengan wajar, jangan dibuat-buat
v  perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif
v  penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahan, metode, dan karakteristik peserta didik

4.   Keterampilan Memberi Penguatan
a.       Pegertian keterampilan memberi penguatan
Memberi penguatan atau reincorcement merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku tersebut di saat yang lain.
b.      Tujuan penggunaan keterampilan memberi penguatan :
v  Menimbulkan perhatian peserta didik
v  Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
v  Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi
v  Merangsang peserta didik berfikir yang baik
v  Mengembalikan dan mengubah sikap negatif peserta dalam belajar ke arah perilaku yang mendukung belajar
c.       Jenis-jenis penguatan
v  Penguatan Verbal
v  Penguatan Gestural
v   Penguatan dengan cara mendekatinya
v  Penguatan dengan cara sambutan
v  Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan
v  Penguatan berupa tanda atau benda
d.      Prinsip-prinsip penguatan
v  Dilakukan dengan hangat dan semangat
v  Memberikan kesan positif kepada peserta didik
v  Berdampak terhadap perilaku positif  
v  Dapat bersifat pribadi atau kelompok
v  Hindari penggunaan respon negative

5.   Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
a.         Pengertian Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran  peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar.
b.         Tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah :
v  Untuk menimbulkan minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran yang akan dibicarakan
v  Menyiapkan mental para peserta didik agar siap memasuki persoalan yang akan dibicarakan
v  Memungkinkan peserta didik mengetahui tingkat keberhasailan dalam pelajaran
v  Agar peserta didik mengetahui batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan
c.         Prinsip-prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran
v  Dalam membuka pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan menggunakan cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan
v  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pengajaran serta dengan tugas-tugas yang dikerjakan sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
v  Menggunakan apersepsi yaitu mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkannya terhadap pengetahuan yang sudah diketahui oleh peserta didik.

6.   Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
a.       Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya.
Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam mennetukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang digunakan dalam pengajaran dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-perbedaan individual peserta didik.
b.     Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah :
v  Keterampilan dalam pendekatan pribadi
v  Keterampilan dalam mengorganisasi
v  Keterampilan dalam membimbing belajar
v  Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM

7.   Keterampilan Mengelola Kelas
a.       Pengertian keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal.
b.      Tujuan dari pengelolaan kelas adalah :
v  Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik memgembangkan kemampuannya secara optimal
v  Menghilangkan berbagai hambatan dan pelanggaran disipilin yang dapat merintangi terwujudnya interaksi belajar mengajar
v  Mempertahankan keadaan yang stabil dalam susana kelas, sahingga bila terjadi gangguan dalam belajar mengajar dapat dikurangi dan dihindari
v  Melayani dan membimbing perbedaan individual peserta didik
v  Mengatur semua perlengkapan dan peralatan yang memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
c.       Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
v  Keluwesan, digunakan apabila guru mendapatkan hambatan dalam perilaku peserta didik, sehingga guru dapat merubah strategi mengajarnya
v  Kehangatan dan keantusiasan
v  Bervariasi, gunakan variasi dalam proses belajar mengajar
v  Tantangan, gunakan kata-kata, tindakan atau bahan sajian yang menantang
v  Tanamkan displin diri, selalu mendorong peserta didik agar memiliki disipin diri
v  Menekankan hal-hal positif, memikirkan hal positif dan menghindarkan konsentrasi pada hal negatif
d.      Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
v  Keterampilan yang bersifat preventif guru dapat menggunakan kemampuannya dengan cara :
v  Memusatkan perhatian
v  Menunjukkan sikap tanggap
v  Menegur
v  Membagi perhatian
v  Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
v  Memberi penguatan
Keterampilan megelola kelas yang bersifat represif, guru dapat menggunakan keterampilan dengan cara :
·         Pengelolaan kelompok
·         Modifikasi tingkah laku
·         Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
e.       Hal-hal yang harus dihindari dalam mengembangkan keterampilan mengelola kelas :
v  Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan
v  Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
v  Penyimpangan
v  Kesenyapan
v  Bertele-tele

8.   Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
a.       Pengertian
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses belajar yang dilakukan dalam kerja sama kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep, prinsip atau kelompok tertentu. Untuk itu guru memiliki peran sangat penting sebagai pembimbing agar proses diskusi dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b.      Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil :
v  Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan
v  Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan
v  Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis
v  Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi
c.       Komponen keterampilan guru dalam megembangkan pembimbingan kelompok kecil :
v  Memperjelas permasalahan
v  Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
v  Pemusatan perhatian
v   Menganalisa pandangan peserta didik
v  Meningkatkan urutan pikiran peserta didik
v  Menutup diskusi
d.      Hal-hal yang harus dihindari dalam membimbing diskusi kelompok kecil :
v  Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik
v  Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk memikirkan pemecahan masalah
v  Membiarkan diskusi dikuasai oleh peserta didik tertentu
v  Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak ada kaitannya dengan topik pembicaraan
v  Membiarkan peserta didik tidak aktif Tidak merumuskan hasil diskusi dan tiadak membentuk tindak lanjut

Sumber : http://hendradalimunthe.blogspot.com/2013/01/makalah-keterampilan-dasar-mengajar.html

09/06/2011

TUGAS LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

BALDAH KOMPUTER SEMARANG

A. Berdirinya Baldah Komputer

Usaha yang kami pelajari dan wawancara dalam tugas Kewirausahaan ini yakni usaha Baldah Komputer yang dikelola oleh seorang mahasiswa semester VII Teknik Informatika di Semarang. Beliau adalah Ahmad Zuhri mengelola usaha ini karena amanah dari Ustad beliau di ponpes Baldatunnur semarang, dimana pada awalnya Baldah ini hanya merupakan toko yang memanfaatkan ruang tamu dari rumah salah satu teman di Tembalang Semarang, dan satu kamar kos untuk tempat tinggal dan tempat servise. Di bawah tangan seorang wirausahawan handal ini, tempat ini dimanfaatkan untuk Baldah Komputer dan menjadi salah satu profit center bagi santri–santri. Dasar dari pemikiran Beliau bahwa usaha Baldah Komputer dapat menjanjikan sebagai ladang kegiatan untuk berwirausaha, mengingat komputer menjadi sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi dan menunjang kerja sehari-hari, terutama dikawasan Tembalang yang merupakan pusat mahasiswa di semarang. Baldah memiliki Visi “Menjadikan Bisnis Sarana Berakhlak Mulia, Mematangkan Ilmu Dan Mapan Finansial” dan Misi “Mempererat Ukhuwah & Rohmatan LilAlamin”. Hal ini yang menjadi dasar dan motivasi beliau untuk mengembangkan usaha ini.

B. Kelebihan Baldah Komputer

Setiap peluang wirausaha tentunya ada kelebihannya (strength), dalam usaha ini yang menjadi kelebihan tentunya kualitas dari Baldah komputer ini sendiri yang selain kental dengan nuansa islami. Faktor inilah yang menyebabkan usaha ini dapat bertahan sampai saat ini yakni semangat yang tertera dalam visi dan misinya. Faktor lain adalah letak wilayah stategis Baldah komputer yang berada dikawasan kampus mahasiswa di Tembalang.

C. Peluang dan Strategi Usaha Baldah Komputer

Banyak orang urung menjadi wirausahawan karena terkendala modal. Saat memutuskan untuk berbisnis, orang akan selalu berpikir tentang berapa modal yang dibutuhkan? Contoh saja, untuk membuka toko komputer. Pasti yang terpikir adalah membeli segala hal, mulai dari meja kursi, hingga membeli semua hardware komputer yang nilainya puluhan juta bahkan ratusan juta. Yang menjadi pertanyaan, mungkinkah memulai bisnis tanpa modal? Mungkin saja! Anda hanya perlu rahasianya. Sudah banyak orang sukses berbisnis tanpa modal berupa cash money yang besar. Sebut saja Baldah Komputer. Baldah hanya mengandalkan kemampuan melobinya, kejujuran dan amanah dalam dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan oleh customer, sekaligus kecerdikan untuk memulai usaha. Kitapun bisa melakukannya.

1. Baldah Komputer 90% setiap pembelian barang tidak dilakukan dengan cara membayar cash dimuka.

Hal ini dilakukan karena sudah dilakukan negosiasi sebelumnya dan ketepatan waktu dalam membayar ke distributor sesuai dengan masa jatuh temponya. Hal ini sangat menguntungkan sekali, karena baldah tidak perlu keluar uang untuk membelinya, cukup ambil barang dulu, kemudian setelah barang sudah diterima ke customer, uang hasil penjualan baru dibayarkan ke distributornya, baldah komputer cukup mengambil selisih harga beli dengan harga jual, yaitu profit / untung. Bayangkan saja kalo misal toko harus membeli dengan cash di muka. Kalo misal yang dibeli hanya keyboard mouse saja, hal ini tidak begitu masalah karena sangat kecil nominalnya, tapi bagaimana jika yang diorder oleh customer adalah sebuah laptop untuk game, yang nilainya puluhan juta rupiah. Hal ini akan tetep bisa dilakukan selagi kepercayaan terhadap Baldah komputer dalam hal ketepatan dalam pembayaran maximal sesuai dengan masa jatuh temponya. Kuncinya adalah membangun KEPERCAYAAN distributor – distributor.

2. Tidak harus menyetok barang

Baldah komputer hanya mendisplay/menyetok barang-barang yang nilainyai kecil, dan cepat terjual, sehingga perputaran uang bisa terus dijalankan. Untuk barang yang bernilai jual tinggi cukup dengan mengetahui setiap perkembangan harga-harga setiap barang. Informasi update harga ini baldah dapatkan secara realtime karena pasti setiap distributor akan mengirimkan Price List ke email ataupun lewat chating /bisa lewat telpon setiap hari. Dengan informasi yang ada, baldah komputer cukup memasarkan semua barang yang stoknya ada (ready) di masing-masing distributor. Ketika terjadi deal/kesepakatan jaul beli, Baldah tinggal menelpon ke distributor untuk dikirimkan ke toko baldah komputer. Hal ini juga dilakukan dengan tidak membayar cash. Hal ini sangat menguntungkan, karena kalau menyetok barang dengan nilai tinggi, seperti notebook misalnya, hal ini riskan resiko rugi karena harga menggunakan dolar, sedangkan nilai rupiah terhadap dolar naik turun.

3. Biaya Pemasaran yang Murah meriah

Dengan letak yang strategis yaitu tempat dimana lalu lalangnya kendaraan, ataupun orang berjalan. Baldah komputer membuat seperti papan pengumuman harga-harga menarik, yang dipasang dipinggir jalan dan ternyata cukup efektif untuk menarik customer/calon customer datang berkunjung ke Toko.

4. Antar jemput servisan
Baldah dengan tenaga profesionalnya, melayani antar jemput servisan, hal ini banyak sekali karena belum tentu seseorang yang mengalami masalah dengan komputer, laptop, ataupun printer bisa membawa sendiri ke baldah komputer dengan alasan kesibukan ataupun alasan yang lain.

5. Meeting minimal seminggu sekali

Pertemuan untuk membahas semua bentuk permasalahan dan strategi pemasaran ataupun penanganan customer dilakukan rutin hampir setiap hari sebelum mulai kerja. Hal ini sangat-sangat penting untuk kemajuan baldah, karena selain meeting tuk agenda pekerjaan, setiap meeting selalu diisi dengan ngaji bersama ataupun kajian bisnis islami, sehingga visi misi baldah komputer selalu terjaga semangatnya lahir dan batin.


08/05/2011

MENYIMAK

I. Kemampuan Menyimak Tingkat Dasar
Pada dasarnya pengembangan keterampilan menyimak itu dapat dibedakan atas empat tataran pokok sebagai berikut (Soedjiatno, 1983:1.
1. Tataran identifikasi, yaitu tahap pengenalan terhadap berbagai jenis bunyi suatu bahasa,
kata-kata, frase-frase, kalimat dalam hubungan timbal balik antarstruktur, baik atas pertimbangan waktu, modifikasi, bahkan juga logika.
2. Tataran identifikasi dan seleksi tanpa retensi, yaitu tataran menyimak di mana penyimak diharapkan memperoleh kemampuan mengenal dan memahami sesuatu unit kontinum bunyi/ujaran, tetapi belum dituntut adanya kemampuan retensi.
3. Tataran identifikasi dengan seleksi terpimpin dan retensi jangka pendek, yaitu tataran menyimak yang menuntut penyimak mengenal bunyi-bunyi dan kemampuan memahami, tetapi masih dalam taraf terpimpin.
4. Tataran identifikasi dengan seleksi retensi jangka panjang, yaitu taraf menyimak yang menuntut penyimak untuk mampu mengenal bunyi-bunyi dalam kontinum bunyi yang panjang, mampu memahami makna pesan secara tepat, dengan kemampuan mengingat dalam jangka waktu yang relatif lama.

A. Menyimak Bahasa

Menurut Faris (1993:154), proses menyimak terbagi atas 3 tahapan :
1) Menerima masukan auditori
2) Memperhatikan masukan auditori
3) Menafsirkan dan berinteraksi dengan masukan auditori
Keterampilan mengidentifikasi dan menyeleksi rentetan bunyi bahasa dalam proses menyimak bahasa itu dapat diperinci atas beberapa kemampuan sebagai berikut.
1) Kemampuan mengidentifikasi dan menyeleksi gejala-gejala fonetik, baik yang berupa nada, tekanan, persendian, maupun intonasi pada umumnya.
2) Kemampuan mengenal, membedakan, menerapkan kosakata sesuai dengan makna dan konteksnya yang tepat.
3) Kemampuan mengenal, membedakan, dan menerapkan struktur tata bahasa sesuai dengan maknanya yang tepat termasuk juga struktur frase dan idiom-idiom yang ada.

B. Strategi Menyimak Bahasa

1. Memusatkan perhatian
2. Membuat catatan
a. Catatan bersifat sederhana
b. Catatan menggunakan singkatan-singkatan dan simbol-simbol
c. Catatan harus jelas
C. Menyimak Interogratif
Menyimak interogratif adalah kegiatan menyimak yang bertujuan untuk memperoleh informasi berupa fakta-fakta yang akurat dengan cara mengiterogasi narasumber.

II. Kemampuan Menyimak Tingkat Lanjut

Kemampuan menyimak tingkat lanjut ini digolongkan menjadi 3 jenis :
1. Menyimak Kritis, yaitu kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memberikan penilaian secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran, dan kelebihan, serta kekurangan-kekurangan bahan simakan.
2. Menyimak Kreatif, yaitu kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas pembelajar.
3. Menyimak Eksploratif, yaitu kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk mendapatkan informasi baru.
Tompkins dan Hosskison (1991) menyatakan bahwa ada enam kiat yang dapat kita gunakan untuk belajar menangkap gagasan inti simakan, yaitu : membentuk citraan, mengelompokkan, mengajukan pertanyaan, mengorganisasi, mencatat, dan memusatkan perhatian.

MEMBACA MEMINDAI / CEPAT

Ada dua teknik membaca cepat yang dapat dilakukan untuk mengefisienkan waktu dan memberikan hasil yang efektif sesuai tujuan membaca. Dua cara membaca tersebut ialah membaca dengan teknik layap (skimming) dan membaca dengan teknik memindai (scanning).

1. SCANNING / MEMINDAI

Cara membaca memindai atau Scanning adalah cara membaca yang berguna untuk mencari bahan, data, atau kata yang hendak diketahui. Misalnya Kita hendak mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh seorang tokoh sejarah dalam satu buku yang menceritakan sejarah. Maka kita mencari nama tokoh sejarah tersebut dalam buku tersebut secara cepat.

Cara membaca Memindai adalah cara membaca secara cepat dari atas halaman hingga kebawah tanpa memperhatikan makna kalimat yang terkandung dalam baris-baris atau paragraf tersebut. Yang penting tujuannya tercapai yaitu mencari kata atau penggalan kata kalam satu tulisan yang panjang.

Cara kerja cara membaca memindai ini mirip jika kita menggunakan perintah “find” di komputer. Cara kerja membaca memindai ini dilakukan dengan cara membaca dari atas tetapi pusat pandangan tidak boleh berpindah-pindah dari kiri kekanan. Tetapi usahakan selalu terpusat ditengah-tengah bagian atas. Dengan melebarkan sudut pandangan kita maka kita akan dapat melihat semua kata dihalaman mulai dari kiri sampai yang paling kanan. Sehingga kita dapat membaca sekaligus seluruh kalimat dalam waktu kira-kira seperempat detik dalam satu baris. Artinya kita akan dapat membaca empat bari dalam satu detik atau mungkin kurang dari satu detik. Kita tentukan apa kata yang hendak kita cari dari buku tersebut, dan kita mulai membaca seperti yang diterangkan diatas mulai dari baris yang paling atas sampai yang paling bawah mencari kata yang telah ditentukan. Setelah bertemu dengan kata yang dicari maka ditandai. Kalau perlu catat no halamannya dan paragraf keberapa ini penting untuk mencari ulang, kita akan dengan mudah dapat menemukan kata yang dimaksud.

Cara membaca seperti ini sangat berguna untuk mencari data, fakta tentang sesuatu yang kita perlukan. Juga ketika kita ingin menjadikan rujukan misalnya kita pernah membaca sebelumnya, kita ingat kata-katanya, tetapi kita tidak tahu tempatnya berada dimana, dihalaman berapa, padahal tempat tersebut sangat berguna jika kita hendak membuat rujukan seperti catatan kaki dan sebagainya.

Sebelum kita mencari kata dalam buku perlu kita lakukan pemeriksaan, baca judul buku, pikirkan apakah kemungkinan kata yang kita cari sebagai kata kunci, dapat ditemukan dibuku tersebut. Jika tidak mungkin anda perlu meletakkan kembali buku ter sebut di raknya seperti semula dan mencari buku lain yang kira-kira kata kunci kita ada di dalamnya. Jika mungkin ada dalam buku tersebut, maka perlu anda periksa apakah buku tersebut mempunyai “index kata” biasanya diletakkan sebagai lampiran dibagian belakang. Jika ada cari berdasarkan abjad awal, misalnya anda ingin mengetahui tentang Soekarno maka cari di kelompok huruf “S” karena awal kata “Sukarno” tersebut huruf awalnya adalah huruf “S.” Jika ditemukan maka lihat halaman-halaman berapa saja yang mencantumkan kata “Soekarno” dalam buku tersebut. Langsung baca pindai ke halaman yang ditunjukkan. Jangan baca dari halaman pertama dari buku tersebut sampai akhir karena akan sangat tidak berdaya guna dalam menggunakan waktu, karena walaupun membaca memindai adalah cara membaca yang cepat, yaitu dengan kecepatan 6 halaman per menit, tetapi jika dilakukan dari halaman pertama sampai akhir, bisa memakai waktu satu jam untuk menyelesaikan buku setebal 360 halaman. Jika kita mempergunakan Daftar Index dibelakang buku, kita hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh detik untuk satu halaman, tergantung banyaknya jumlah halaman yang ditunjukkan dalam index.
Jika buku tersebut tidak memuat daftar Indeks, maka baca dulu daftar isi, sehingga kita dapat menentukan pada bab berapa saja kata kunci yang dimaksud dapat kita temukan. Dengan melihat daftar isi buku tersebut bertujuan untuk mempersempit wilayah pencarian, sama seperti dengan menggunakan daftar indeks diatas. Karena makin sedikit wilayah pencarian semakin cepat kata tersebut ditemukan.

Cara kerja Baca Memindai
Anda harus tahu apa yang anda cari. Tetapkan dulu satu kata atau penggalan kata yang menjadi kata kunci.
Cari dihalaman mana anda dapat menemukan kata kunci tersebut, pergunakan indeks, yang ada dihalaman lampiran belakang buku.
Persempit wilayah pencarian jika tidak ada indeks, maupun ada indeks dibuku, dengan cara membaca didaftar isi. Jika anda menemukan nomor halaman di daftar indeks, periksa ulang nomor halaman tersebut di halaman daftar isi, ketahui pada Judul Bab dan Sub Judul apa nomor halaman itu berada. Perkirakan apakah sesuai kata kunci dan pemikiran yang kita cari dibawah Judul atau Sub Judul tersebut?
Baca Pindai halaman yang di temukan dan apabila ditemukan kata kunci yang dimaksud, baca satu kalimat tempat kata kunci tersebut berada.

Hal-Hal yang dapat memperlambat dalam membaca memindai
Pandangan mata yang mesti mengikuti kata perkata, dari kiri kekanan.
Membaca dengan mengeluarkan suara. Membaca memindai tidak mengeluarkan suara, dalam membaca cukup mempergunakan pandangan per baris dan menggunakan pikiran atau otak untuk menangkap kata.
Membaca dengan menggunakan mulut yang komat-kamit. Walaupun tidak bersuara, mulut yang komat-kamit dapat mengganggu dan memperlambat bacaan memindai.
membaca dengan menggunakan penunjuk, baik jari telunjuk, maupun alat seperti pinsil dan sebagainya. Membaca memakai alat petunjuk ini sangat mengganggu dalam membaca cepat. Tidak boleh pakai petunjuk.
Tergoda membaca keseluruhan secara pelan. Walaupun maksud mencari dalam baca memindai orang sering tergoda untuk membaca secara normal kata-kata yang ada di buku, apalagi bahasannya cukup menarik. Kalau tergoda seperti ini jika sadar catat halaman yang menarik tersebut dan bahasan yang menariknya. Sehingga kemudian dilain waktu anda dapat membaca lebih mendalam bab yang membuat tertarik tersebut. Catat Judul buku, Halaman dan tentang bahasan yang menarik, dan baca dilain waktu. Dengan demikian anda tidak kehilanga waktu dengan dalam mencari kata kunci, dan andapun tidak kehilang informasi penting yang telah anda temukan dibuku, karena anda dapat mengulangnya dilain waktu.

2. SKIMMING / TEKNIK LAYAP

Cara membaca ringkas ini bertujuan membaca secara cepat, untuk mengetahui isi buku atau tulisan dalam waktu yang relatif singkat. Tidak seperti membaca normal.

Cara seperti ini sangat berguna dalam memahami secara ringkas maksud penulis buku. Banyak orang pembaca lambat membawa buku kesana-kemari tetapi buku tersebut tidak pernah ia ketahui secara ringkas, karena ia belum sempat membacanya. Ia membawa buku kesana kemari dengan harapan ada waktu luang yang dapat ia pergunakan untuk membaca. Tetapi kenyataannya hampir tidak ada waktu luang yang ia pakai untuk membaca. Banyak cerita-cerita dari dosen yang selama ia kuliah S2 dan S3, masih ada Mahasiswa S3 yang hanya membawa buku kesana-kemari tapi tidak tahu isi bukunya. Ada juga cerita lain lagi, tugas mereview buku, bagi Mahasiswa S2, sampai waktu mempresentasikan tidak sempat membaca buku sampai tamat buku yang diberikan dosen. Sehingga pada suatu waktu ada yang mengajarkan cara membaca scheeming padanya, orang yang tahu cara membaca scheeming dapat menceritakan isi buku, dan ringkasan buku tersebut, bahkan sudah bisa membuat kritikal review walaupun buku tersebut baru ia terima sejam sebelumnya. Sedangkan orang yang tidak mengetahui cara membaca scheeming tidak dapat menceritakan apa-apa walaupun buku tersebut sudah ditangannya selama dua hari. Disinilah rahasianya!!

Cara membaca Scheeming dilakukan dengan cara membaca pokok-pokok kalimatnya saja. Menurut hasil penelitian ditemukan bahwa pokok kalimat yang ada disetiap parapgraf terdapat di awal paragraf 80%. Di akhir paragraf terdapat 10% dan ditengah-tengah paragraf 5%. Dan 5% lagi berada selain dari tiga tempat tersebut. Jadi yang dibaca hanya kalimat awal-awalnya saja. Kecuali paragraf pertama dan kedua, disetiap Bab, serta penutup atau kesimpulan, dibaca sepenuhnya. Selain itu dianjurkan pula Membaca Judul buku dan pikirkan selintas tentang makna apa saja yang terkandung didalamnya. Sehingga Otak kita akan memanggil memori tentang apa saja yang berkaitan dengan judul. Sehingga Otak kita dapat dengan mudah mencerna atas apa saja yang berkaitan dengan judul tersebut dan analisa ringkas mengenai judul tersebut.

Disarankan juga untuk membaca daftar isi sehingga si pembaca dapat dengan mudah memahami setiap judul Bab dan sub-sub judul yang terdapat dalam Bab tersbut. Sama seperti membaca memindai membaca membaca scheeming juga dianjurkan untuk mengetahui maksud penulis menulis buku tersebut, dengan membaca Kata pengantar.

Cara Membaca Scheeming

Baca Judul buku, makalah, Artikel, atau apa saja dan pikirkan sekilas tentang itu.
Baca Daftar Isi lebih mendalam, maksudnya setiap kalimat judul yang dibaca dibayangkan dan dipikirkan
Baca Paragraf pertama dan kedua dari Makalah atau artikel. Atau baca halaman pertama dan kedua dari Bab I buku tersebut.
Selanjutnya untuk makalah baca kalimat pertama setiap paragraf. Untuk buku buku diperlakukan sama dengan makalah atau artikel pada masing-masing Bab.
Baca paragraf terakhir pada tiap bab, jika dalam baca buku, atau paragraf terakhir berisi kesimpulan dalam Makalah atau artikel. Baca keseluruhan paragrafnya jangan sebagian-sebagian lagi

Dengan demikian anda telah dapat mengerti isi Makalah atau Artikel dalam sebuah jurnal dalam waktu sekejap. Perlakuan hal yang sama pada tiap-tiap bab dari buku tersebut, dan baca bab kesimpulan keseluruhannya yang hanya paling-paling berisi dua atau tiga halaman, kalau lebih anda dapat meringkasknya dengan cara membaca seperti Bab I.