Showing posts with label Psikologi konseling. Show all posts
Showing posts with label Psikologi konseling. Show all posts

29/01/2011

STRESS, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Stres adalah satu kata yang familiar bagi Anda bukan?. Tapi jika Anda bertanya kepada selusin orang untuk mendefinisikan stres, atau menjelaskan apa yang menyebabkan stres bagi mereka, atau bagaimana stres mempengaruhi mereka, Anda mungkin akan mendapatkan 12 jawaban yang berbeda untuk masing-masing permintaan. Alasan untuk ini adalah bahwa tidak ada satu definisi stres yang semua orang setuju , apa yang dirasakan sebagai stres bagi satu orang mungkin malah menyenangkan atau memiliki sedikit saja efek pada orang lain, kita semua bereaksi terhadap penyebab stres yang berbeda.
Istilah The "Stress" , diciptakan dan digunakan oleh Hans Selye pada tahun 1936, yang didefinisikan sebagai "respon non-spesifik dari tubuh untuk setiap permintaan perubahan".

Stres bukanlah istilah yang berguna bagi para ilmuwan karena adalah suatu fenomena yang sangat subjektif yang menentang definisi itu. Dan jika Anda tidak dapat menentukan stres, bagaimana mungkin Anda mengukurnya?

Pada saat itu telah diyakini bahwa sebagian besar penyakit disebabkan oleh patogen khusus, namun berbeda, misalnya : Tuberkulosis disebabkan basil tuberkulum, anthrax oleh basil anthrax, sifilis oleh spirochete, dll. Namun Apa yang diusulkan Selye adalah sebaliknya, yaitu bahwa berbagai penghinaan (yang menyebabkan stress) dapat menyebabkan penyakit yang sama, tidak hanya pada hewan, tetapi pada manusia juga .

Teori Selye's menarik perhatian dan stres segera menjadi kata kunci populer yang benar-benar diabaikan oleh definisi asli Selye's. Beberapa orang menggunakan stres untuk merujuk ke bos yang sombong atau buruk atau situasi yang tidak menyenangkan lain dimana mereka menjadi sasaran. Bagi banyak orang, stres adalah reaksi mereka terhadap kondisi dalam bentuk nyeri dada, mulas, sakit kepala atau palpitasi. Selain itu stres juga digunakan untuk merujuk kepada apa yang mereka anggap sebagai hasil akhir berulang dari tanggapan keadaan seperti bisul atau serangan jantung. Banyak ilmuwan mengeluh tentang kebingungan ini dan satu dokter menyimpulkan dalam isu 1951 dari British Medical Journal bahwa, "Stres adalah selain itu sendiri, juga penyebab itu sendiri, dan hasil itu sendiri."

Selye berhasil berjuang seumur hidupnya untuk menemukan definisi yang memuaskan dari stres. Stres, dia didefinisikan ulang sebagai "Tingkat keausan pada tubuh". Ini sebenarnya adalah gambaran yang cukup baik untuk penuaan biologis sehingga tidak mengherankan bahwa stres yang terus meningkat bisa mempercepat banyak aspek dari proses penuaan. Dalam tahun-tahun berikutnya, ketika diminta untuk mendefinisikan stres, dia mengatakan kepada wartawan, "Semua orang tahu apa yang dimaksud stres, tapi tidak ada yang benar-benar tahu."

Stres sepertinya pernah dialami oleh siapapun. Entah yang tua ataupun yang muda, entah yang miskin atau yang kaya. Bahkan seorang bayi kecil yang ingin keluar dari rahim ibunya pun mengalami stres untuk pertama kali sebelum ia bertemu dengan dunia. Ia berjuang keras untuk dapat keluar dari rahim ibunya. Lansia juga dapat mengalami stres. Seorang nenek dapat mengalami stres karena ajalnya yang semakin mendekat. Seorang pengusaha muda dapat mengalami stres jika melihat indeks saham yang berubah-ubah sepanjang waktu. Remaja wanita juga mengalami stres jika datang bulan. Hal ini membuktikan bahwa stres memang sudah menjadi bagian hidup dari manusia. Stres tidak dapat Anda dihindari. Oleh karena itu, Anda-lah yang seharusnya mengkontrol stres yang datang di kehidupan Anda.

Stres yang negatif disebut distress

Stres dapat berarti suatu hal yang menekan kita. Stres juga dapat diartikan sebagai reaksi tubuh kepada lingkungan melalui meningkatnya tekanan internal tubuh dan tegangan antara otot tubuh. Stres yang terjadi dalam durasi yang lama dapat mendatangkan penyakit dalam tubuh. Selain penyakit, stres juga dapat mencuri kebahagiaan yang Anda miliki dalam hidup ini. Apabila Anda menjalani hidup dengan ketidakbahagiaan, tentunya hidup akan terasa lebih sulit.

Stres seringkali dikenal sebagai sesuatu yang mesti dihindari, karena membuat seseorang merasa tidak nyaman. Stres seringkali dianggap mendatangkan hal yang bersifat negatif.

Stres yang positif disebut eustres

Eustress atau stres yang positif adalah stres yang menyebabkan Anda beradaptasi dan meningkatkan kemampuan adaptasi Anda. Eustress juga dapat memperingati Anda jika kemampuan dalam mengangani stres sudah tidak mencukupi sehingga dapat meningkatkan kemampuan coping . Intinya,eustress menantang Anda untuk hidup lebih baik lagi.

Gejala Efek Stres

Pernahkah Anda merasa badan tiba-tiba berkeringat dingin, lidah menjadi kelu, serta jantung berdebar-debar saat melakukan presentasi di depan banyak orang. Mungkin ketiga tanda tersebut merupakan stres yang Anda alami. Untuk dapat menangani stres secara lebih baik, perlu mengenali reaksi terhadap stres, sehingga dapat memilih coping strategies mana yang dapat Anda lakukan.

Setdaknya ada 50 gejala yang merupakan efek dari stres, terbagi dalam 4 kelompok , yakni fisik, kognitif, emosi dan tingkah laku, antara lain sebagai berikut :
Gejala stres yang dapat dilihat melalui efek pada fisik, antara lain adalah gagap dalam berbicara (sulit untuk bicara), detak jantung meningkat, kepala pusing, badan gemetaran, muntah-muntah, kesulitan bernafas, kelelahan yang berlebihan, serta kesulitan tidur.
Secara kognitif, efek stres yang muncul adalah berkurangnya konsentrasi, mudah lupa, munculnya pandangan yang negatif terhadap diri sendiri, kreativitas menurun, serta hilangnya kontrol pada diri sendiri.

Sedangkan secara emosi, reaksi stres yang muncul adalah mudah cemas, cepat tersinggung, mudah marah, depresi, penarikan diri pada lingkungan sosial, mudah menangis, menurunnya rasa percaya diri, serta munculnya pandangan negatif pada diri dan orang lain.

Dilihat dari tingkah laku, reaksi stres yang terlihat adalah tidak sabar, menjadi ceroboh, nervous laughter, menarik diri dari lingkungan sekitar, merokok, penurunan dan peningkatan nafsu makan, pemakaian obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, serta munculnya tingkah laku yang bersifat agresif seperti mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi.

Penyebab Stress

Penyebab stres (stressor) anda dapat datang dari sudut kehidupan manapun. Kejadian kecil dalam hidup anda pun dapat menjadi sumber stres yang membuat hidup anda hancur. Masalah yang muncul sebenarnya sebenarnya bersifat netral, anda-lah yang memegang peranan untuk mengubahnya menjadi hal yang bersifat positif atau negatif.

Dari aspek bioecological (lingkungan), sumber stres dibagi menjadi empat bagian, yaitu time and body rhythms, eating and drinking habits, noise polution, dan climate and altitude.

time and body rhythms, Biasanya terjadi akibat jet lag. Bagi yang sering bepergian ke luar negeri yang memiliki jeda waktu yang berbeda dengan Indonesia dan kelelahan berjam-jam naik pesawat bisa menjadi sumber stres. Bagi para wanita, hormonal time juga dapat membuat stres. Misalnya pada saat sebelum dan saat menstruasi, serta saat menghadapi menopause. Wanita menjadi lebih sensitif serta mudah tersinggung.
eating & drinking habits. Ada sebagian orang yang mengalami malnutrisi (kekurangan gizi), tetapi ada juga beberapa orang yang mengalami overnutrisi. Hal lain yang dapat menjadi sumber stres adalah terlalu banyak mengkonsumsi junk food, kopi, teh, drugs, serta alkohol. Pengkonsumsian makanan yang berbahaya kadang membuat stres bagi banyak orang karena dapat menimbulkan penyakit pada diri mereka.
noise polution. Gangguan suara seringkali terjadi pada anda yang tinggal di kota-kota besar. Disana aktivitas perkantoran, perindustrian serta kemacetan lalu lintas seringkali menimbulkan suara yang bising. Suara ini seringkali mengganggu konsentrasi kita dalam mengerjakan sesuatu dan membuat stres bagi kebanyakan orang. Bagi orang-orang yang menyukai suasana tenang, noise polution dapat menjadi salah satu penyebab stres utama dalam kehidupannya.

climate & altitude. Stres in terjadi biasanya karena adanya perubahan iklim. Misalnya bagi anda yang senang mendaki gunung, seringkali pergantian cuaca yang ekstrim dapat menimbulkan hyperthermia. Bagi anda yang senang bepergian ke negara-negara bagian Barat, seringkali suhu udara yang dingin membuat kita tidak nyaman akan diri kita sendiri.

Selain dari aspek bioekologi, stressor dapat muncul dari pekerjaan. Seseorang dapat mengalami stres pada pekerjaan yang berasal dari organisasi itu sendiri, lingkungan pekerjaan, faktor biologis pada lingkungan pekerjaan, serta kelelahan pribadi. Anda tentu dapat mengalami stres jika memperoleh gaji yang tidak sesuai dengan kemampuan anda, entah gaji kecil atau besar. Selain itu, jam kerja yang rutin juga dapat menimbulkan kebosanan bagi beberapa orang sehingga menimbulkan stres jika tidak diatasi dengan baik.

Sedangkan dari aspek psikososial, Perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita, dapat menjadi salah satu sumber stres. Misalnya ketika kita masuk kuliah pada hari yang pertama, pindah rumah, menikah, melahirkan seorang anak, dsb, merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup kita dan dapat mengakibatkan stres.

Remaja juga memiliki sumber stres mereka sendiri. Keadaan keluarga, tuntutan dari lingkungan sekitar, persahabatan, masalah self-esteem, sampai masalah percintaan dapat menimbulkan stres di kalangan remaja.

Cara Mengatasi Stres

Secara umum, terdapat dua cara untuk mengatasi stres , yaitu problem focus dan emotion focus
Problem focus, adalah cara mengatasi stres dengan memfokuskan diri pada masalah atau sumber stres . Cara ini dapat di lakukan jika masalah yang dialami bersifat controllable. Contohnya, anda mengalami kesulitan dalam mengikuti suatu mata kuliah tertentu. Anda juga khawatir apabila mata kuliah ini akan menurunkan indeks prestasi. Maka hal yang dapat anda lakukan (berdasarkan problem focus) adalah tidak mengikuti dan membatalkan mata kuliah tersebut.
Cara yang kedua adalah emotion focus, dimana mengatasi stres dengan cara memfokuskan diri dengan emosi yang dialami. Cara ini biasanya dilakukan ketika menghadapi masalah yang bersifat uncontrollable (tidak dapat dikontrol). Contohnya ketika merasa stres akibat kehilangan saudara karena bencana tsunami, hal yang dapat dilakukan misalnya berdoa agar diberikan kekuatan oleh Tuhan dalam menghadapi masalah ini.

Kedua cara tersebut, problem atau emotion focus, sebenarnya tidak ada yang lebih baik. Cara tersebut dapat anda lakukan tergantung pada masalah apa yang dialami.

Humor Adalah Obat Stres

Dalam mengatasi stres, anda dapat memiliki berbagai pilihan aktivitas, misalnya mengambil cuti beberapa saat dan menghabiskan liburan bersama keluarga, meditasi, yoga, berolahraga atau melakukan hobi yang lain.

Salah satu cara terbaru yang ditemukan oleh para ahli dalam mengatasi stres adalah dengan tertawa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, orang dewasa lebih sedikit tertawa dibandingkan dengan anak-anak. Anak-anak dapat tertawa sebanyak 400 kali dalam satu hari, sedangkan orang dewasa hanya 15 kali. Mengapa kita jarang sekali tertawa padahal tertawa bukanlah suatu hal yang sulit? Orang dewasa jarang tertawa mungkin disebabkan karena masalah yang dihadapi semakin banyak, sehingga menimbulkan stres. Selain itu, media massa yang ada lebih banyak menyediakan berita mengenai hal-hal yang buruk. Kematian, pembunuhan, perceraian, sepertinya menjadi makanan kita sehari-hari. Tak heran, kita lebih sedikit tertawa dibandingkan dengan anak-anak. Oleh karena itu, marilah kita lebih mengenal keuntungan yang muncul jika anda tertawa.

Ketika tertawa, tidak saja membuat anda terlihat lebih segar tetapi juga berpengaruh pada sistem tubuh, dimana otot tubuh menjadi lebih santai. Hal ini tentu saja memiliki efek yang baik bagi yang sedang mengalami stres. Selain itu, dengan tertawa, tubuh dapat mengurangi hormon stres. Perlu di ketahui bahwa tubuh mengeluarkan hormon neuroendocrine ketika sedang stres. Sebaliknya ketika tertawa, tubuh mengurangi hormon tersebut sehingga tubuh akan terasa lebih rileks.

Selain itu, ketika sedang stres, sistem imun tubuh menjadi lemah dan akan lebih mudah terkena penyakit, yang justru kadang menimbulkan stres baru. Oleh karena itu, banyaklah tertawa mulai saat ini. Keuntungan lain yang diperoleh dengan tertawa adalah dapat meningkatkan hubungan dengan orang lain. Orang lain tentu akan lebih menyukai berhubungan dengan orang yang tertawa daripada orang yang selalu menampilkan wajah sedih. Oleh karena itu, marilah kita banyak tertawa mulai saat ini. Kesehatan akan membaik, hubungan dengan orang lain juga meningkat, dan satu hal yang penting stres dapat menurun. So, remember to have a lot laugh today!

(sehat/ZM/berbagai sumber)
Sumber : http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=165687543467777

Penyebab Depresi dan Cara Mengatasinya

Mungkin kita sudah mengenali kata depresi, tetapi apa penyebab terjadinya depresi dan bagaimana cara mengatasinya. Depresi adalah sinonim dengan perasaan sedih, murung, kesal, tidak bahagia, dan menderita. Orang pada umumnya menggunakan istilah depresi untuk merujuk pada keadaan yang melibatkan kesedihan, rasa kesal, rasa tidak punya harga diri, tidak bertenaga, dan lain-lain. Ada dua macam depresi, yaitu depresi ringan dan berat (menetap).

Depresi ringan datang dan pergi dengan sendirinya, ditandai dengan hati yang berat, sedih, dan murung. Depresi berat dicirikan oleh perasaan tidak berguna atau bersalah serta sering disertai gejala fisik seperti turun berat badan, sakit kepala, hingga tidak enak badan. Penderita depresi berat cenderung untuk menarik diri, tidak peduli pada lingkungan sekitar, serta aktivitas fisik yang terbatas.

Salah satu gejala depresi adalah pikiran dan gerakan motorik yang serba lamban (retardasi psikomotorik). Fungsi kognitif seperti, mengingat, belajar, berpikir menjadi terganggu. Sehingga baik dalam proses belajar pada murid dan bekerja pada orang dewasa akan menurun kualitasnya.

Sebab Terjadinya Depresi

Perlu untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya depresi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan depresi, yaitu:

Pertama, kejadian menyedihkan. Seperti kematian seseorang yang dicintai yang bisa berlanjut depresi. Masa duka adalah sebagian penting dari proses penyesuaian diri terhadap suatu kehilangan. Depresi ini sering disebut dengan depresi reaktif.

Kedua, stres biasa. Stres merupakan suatu reaksi fisik dan emosional terhadap suatu keadaan yang menekan, menuntut, atau membebani. Depresi akibat stres biasanya dipacu oleh ketegangan, baik dirumah, sekolah, kantor atau tempat sosial lainnya.

Ketiga, hal ini khusus wanita. Depresi juga bisa muncul di hari menjelang haid, karena itu disebut dengan depresi pra haid. Gangguan bervariasi dan merupakan kejadian umum. Hal ini bersamaan dengan munculnya sikap mudah jengkel, kasar, serta gejala fisik kenaikan berat badan, sakit kepala, dan perut mual.

Keempat, penyakit akibat infeksi. Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi sering diikuti dengan masa-masa depresi.


Penyebab dan Gejala Depresi Pada Remaja

Penyebab depresi pada remaja umumnya ada dua faktor yaitu faktor Genetik dan pengalaman masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan, faktor genetik terjadi karena mungkin dahulunya orang tua pernah mengalami depresi yang berkpanjangan, jadi kemungkinan besar hal itu meningkatkan resiko seorang anak mengalami depresi pada saat remaja. sedangkan untuk faktor selanjutnya seorang anak ketika masa kecil di perlakukan tidak adil, keluarga yang tidak harmonis, selalu tertekan dan lain sebagainya akan mengakibatkan goncangan emosi yang memicu respon fisiologi dan psikologis dan berakhir pada terjadinya depresi.
Faktor faktor lain yang bisa menyebabkan depresi pada remaja umumnya adalah peristiwa peristiwa dalam masa hidupnya, seperti di tinggal orang yang di sayang, sekolah, teman, kematian orang tua, konflik dalam keluarga dan lain sebagaunya. tapi yang paling menonjol adalah cinta. mungkin karena eerat hubungannya dengan hati.
Gejala depresi bisa dilihat dari tanda-tanda berikut untuk mengetahui adanya depresi pada remaja:
• Merasa sedih, cemas, dan tidak memiliki harapan
• Tidak nafsu makan, atau banyak makan yang menyebabkan penurunan maupun kenaikan berat badan dalam waktu singkat
• Terjaga di malam hari, namun tidur sepanjang siang
• Menarik diri dari teman-temannya, murung
• Aktivitas dan prestasi di sekolah menurun, menurunnya motivasi dan minat
• Mudah marah dan tersinggung, menjadi sensitif terhadap kritikan
• Rendah diri dan merasa sangat bersalah
• Konsentrasi menurun, sulit mengambil keputusan
• Adanya perubahan dalam kebiasaan makan maupun tidur
• Memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri
Jika tanda tersebut terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu, sebaiknya segera dikonsultasikan pada tenaga kesehatan. Treatmen yang dilakukan dapat berupa terapi dengan cara berbicara, maupun menggunakan obat.


Dari sekian penjelasan mengenai sebab-sebab timbulnya depresi, lalu bagaimana cara mengatasinya? Tidak enak jika kita murung terus-terusan bukan? Jika penyebabnya adalah kejadian yang menyedihkan, maka jangan terlalu berharap bahwa kepulihan akan datang dalam beberapa hari.

Perlu waktu untuk bisa lepas dari depresi. Berbincang-bincang pada ustadz mengenai takdir dan hikmah dibalik semua kejadian ini bisa membantu. Jika parah, maka pergilah kedokter. Penderita akan diberikan obat antidepresan semacam obat penenang.

Bisa juga mengunjungi pengobatan psikologis. Suatu cara yang dilakukan oleh terapis yang mendorong untuk membicarakan perasaan dan kecemasan penderita, dan dapat memberikan bantuan penanganan dan nasehat.

Jika penyebabnya adalah stres biasa, maka cobalah batasi stres tersebut sekecil mungkin dengan sedapat mungkin menghindari perubahan besar pada hidup anda. Cobalah berbagi dengan orang-orang terdekat anda dan cara menangani masalah stres anda. Sediakan waktu sejenak setiap hari untuk relaksasi mengalihkan ketegangan dan kecemasan.

Khusus untuk depresi prahaid, dokter biasanya akan memberikan pyridoxine (vitamin B6) setiap hari. Jika depresi akibat infeksi, maka jangan terlalu tergesa-gesa kembali ke jadwal  sehari-hari setelah sakit. Jaga makan yang cukup dan tidur yang cukup untuk mempercepat pemulihan.

Perlu diketahui bahwa peran keluarga dan lingkungan sekitar juga ikut mempengaruhi kesembuhan akibat depresi. Jika penderita selalu diingatkan bahwa kita selalu peduli pada mereka, maka ini akan mengurangi dampak depresi seperti perasaan terisolasi (terasingkan), misalnya. Sehingga diharapkan nantinya penderita akan termotivasi untuk bisa pulih kembali.

Sumber : http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2101019-depresi-pada-remaja-dan-cara/
http://www.psikologizone.com/kenali-penyebab-dan-cara-mengatasi-depresi

28/01/2011

Kesalahan dalam Mendidik Anak

Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.

Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.

Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak

Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.

Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.

[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.

Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.

Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.

[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak

Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.

[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.

Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran

Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran

Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik

[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.

Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.

[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.

Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya

Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishshawab.

Sumber: http://www.rozy.web.id/bengkel-hati/kesalahan-dalam-mendidik-anak/